Edukasi Tambang
Teknik Pengambilan Sampel

Cara Benar Mengambil dan Mengirim Sampel Batuan

Tim SatuTambang · 14 Oct 2026 · 4

Mengapa Sampel Penting?

Sampel adalah bukti fisik dari lokasi Anda. Kualitas sampel menentukan akurasi hasil uji laboratorium. Sampel yang diambil sembarangan bisa menghasilkan data menyesatkan.

1. Pilih Sampel yang Representatif

  • Ambil sampel segar — jangan yang sudah lapuk parah di permukaan.
  • Untuk urat, ambil dari bagian tengah, bukan pinggiran yang terkontaminasi.
  • Ukuran minimal sebesar kepalan tangan (300–500 gram).
  • Untuk studi detail, ambil dari beberapa titik di sepanjang urat.

2. Peralatan Pengambilan

  • Palu geologi atau palu besi.
  • Kantong sampel (plastik tebal atau kain).
  • Label kertas tahan air.
  • SpidoI untuk menulis label.
  • GPS atau ponsel dengan GPS untuk mencatat koordinat.

3. Prosedur Pengambilan

  1. Bersihkan permukaan batuan dari tanah/lumut.
  2. Ambil sampel dengan palu — hindari pecahan kecil dan debu.
  3. Simpan dalam kantong sampel, tutup rapat.
  4. Beri label di dalam kantong (jangan hanya di luar): nomor sampel, tanggal, koordinat.
  5. Foto lokasi pengambilan, termasuk sampel yang sedang diambil.

4. Label Sampel yang Baik

Setiap sampel harus punya:

  • Nomor unik: mis. ST-001.
  • Koordinat GPS: lintang, bujur.
  • Tanggal & waktu pengambilan.
  • Deskripsi singkat: warna, tekstur, jenis dugaan.
  • Nama pengambil.

5. Pengiriman ke Laboratorium

  • Bungkus sampel dengan plastik + kertas untuk mencegah kontaminasi.
  • Sertakan formulir permintaan uji (XRF, fire assay, atau assay multi-unsur).
  • Kirim lewat kurir yang melacak dan dapat diasuransikan.
  • Untuk sampel dengan potensi tinggi, kirim ke laboratorium terakreditasi (KAN).

Kesimpulan

Sampel yang baik adalah investasi. Waktu yang dihabiskan untuk mengambil sampel dengan benar akan menghemat waktu dan biaya di kemudian hari. Selalu catat lokasi, ambil foto, dan simpan label dengan rapi.